Skip to main content

Posts

JALAN PANJANG PCPM BANK INDONESIA 32, SEBUAH PETUALANGAN (PART 1)

Bekerja di Bank Indonesia siapa sih yang nggak mau?? Apalagi salah satu impian aku adalah menjadi penelitinya BI seperti yang ditulisan aku sebelumnya. PCPM BI 32 diadakan di tahun 2016 dengan assesornnya PPM Manajemen. Sebelum aku cerita langkah panjang PCPM BI aku kali ini aku mau cerita sekilas yang aku tahu tentang PCPM BI. PCPM merupakan program pengembangan yang diberikan kepada calon pegawai yang dipersiapkan secara khusus untuk menjadi kader pimpinan Bank Indonesia di masa mendatang, melalui penguatan kompetensi teknis dan perilaku sesuai job family, internalisasi nilai-nilai strategis dan pengembangan kapasitas kepemimpinan pegawai. Program ini tidak setiap tahun dibuka, ada yang bilang 2 tahun sekali ada yang bilang 3 tahun sekali ada yang bilang juga tergantung kebutuhan BI. Pada PCPM BI tahun ini (2016) ada 5 bidang yang dibuka yaitu Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), Moneter, market, Sistem pembayaran dan pengedaran Uang rupiah, dan enabler. Adapun pembagian kerja masi...

Menikah, Daripada dikepoin mending didoakan

Pernah ga sih ngrasain di kepoin orang tentang hidup kita? biasanya mereka menggunakan kata tanya "kapan" kapan nikah? hmm.. mak jleb jleb kan bagi kamu yang sedang berjuang untuk mewujudkan impian kamu. semua butuh proses panjang bahkan jawaban dari pertanyaan itu tak semudah melontarkan pertanyaanya. Plis.. bagi kamu yang suka tanya hal tersebut diatas khususnya tanya soal nikah yuk baca tulisan ini sampai selesai. Menikah adalah impian bagi sebagian besar wanita di dunia. Tetapi mimpi itu tidak dengan mudah dilaksanakan bahkan tak akan terwujud seketika hanya dengan mendapatkan pertanyaan "kapan nikah?" Sebelum membuat tulisan ini, saya membeli buku tentang sindrom pernikahan bersama Ms. R di sebuah Mall di Surabaya. baru sampai setengah buku itu saya baca tanpa sengaja saya berbincang dengan Mr. B mengenai makna pernikahan. Bagi beberapa orang mungkin menilai bahwa menikah itu mudah atau menikah itu butuh uang, bahkan tanpa cinta asalkan si laki-laki pun...

Buku Solo Pertama Aku

Kenapa aku sebut dengan buku Solo? Karna dalam 1 buku ini aku tulis sendiri. Yaah.. kayak album gitu deh kalo artis biasanya kan disebut “album solo” kalo isinya punyanya dia sendiri hahah jadi aku menyebutnya buku Solo pertama aku. Nah kenapa Buku Solo pertama? Karena sebelumnya karya aku udah pernah diterbitin, ada cerita tentang flash fiction kala itu sebuah cerpen tentang valentine day, lalu essay tentang potret dan implementasi perbankan syariah di Indonesia yang dibukukan dalam kumpulan essay “Indonesia Hari Esok” lalu karya ilmiah aku juga pernah dibukukan dalam “Kumpulan karya Ilmiah terbaik” yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Satu-satunya buku pertama yang aku tulis sendiri ya ini, “Strategi Jitu Mendapatkan Pekerjaan yang diterbitkan oleh salah satu anak penerbit Diva press yaitu Penerbit Saufa. Buku ini terbit Oktober 2016. Tak terbit begitu saja, sebelumnya buku ini sempat mau diterbitkan oleh salah satu penerbit di Indonesia pada tahun 2011, bahkan aku sudah m...

Impian Gue!!!!

Apa sih mimpi aku? Aku merasa bahwa aku masih seperti anak kecil yang di tanya cita-cita, selalu berubah seiring dengan waktu. Nah, demikian halnya mimpi-mimpi aku. Sewaktu SMA mimpi aku adalah bisa kuliah di jurusan psikologi, UGM  atau jurusan kesehatan masyarakat UNAIR atau farmasi Unair lalu aku juga bermimpi  jadi penulis buku nonfiksi remaja dan bermanfaat bagi orang banyak lewat buku aku. Tetapi jalan tak semulus yang aku kira. Banyak hal yang harus aku lalui untuk bisa mencapai impian pertama yaitu kuliah. Tetapi  Allah berkehendak lain sebagai orang berlatar belakang sains saat SMA aku malah mengambil SNMPTN dengan jurusan social. Saat itu aku memilih Manajemen dan Ekonomi Islam di Universitas Brawijaya, Malang. Aku tidak serta merta memperoleh kesempatan kuliah selepas SMA, jadi aku mengambil kursus dan bekerja di salah satu perusahaan distributor di kota Ponorogo. Aku sadar bahwa aku sudah 2 tahun tak mengenyam pendidikan layaknya anak SMA yang baru lulus ...

Sekolah itu Butuh Tekad, Bukan sekedar Biaya

Dilahirkan sebagai anak seorang buruh tani memang bukan pilihan saya. Tetapi saya memilih bangga dengan presikat tersebut karna orang tua saya bukan koruptor. Meskipun demikian saya bersyukur, alhamdulillah, dengan perjuangan saya bisa masuk SMA yang cukup favorit di daerah saya dan bisa lulus dengan segala keterbatasan biaya. Suatu ketika menjelang kelulusan SMA tiba, beberapa teman saya sudah mendapat perguruan tinggi favorit lewat jalur SPMB. Sedih memang ketika teman-teman sudah mendapatkan tepat kuliah yang menjadi impian dan beberapa lagi sedang memikirkan kemana mereka harus kuliah sedangkan memikirkannya saja rasanya “diharamkan” bagiku. Saat itu ibu saya harus bolak balik periksa karena penyakit diabetes mellitus yang dideritanya, sedangkan penghasilan ayah saya hanya pas-pasan, pas untuk makan dan minum sudah Alhamdulillah. Lantas berfikir untuk kuliah saja saya pun tidak bisa. Jika ditanya keinginan saya waktu itu “Apakah kamu ingin melanjutkan kuliah?” tentu dengan lanta...

JILBAB Is My Identity

Aku seorang muslim, tetapi orang tuaku tidak mengajarkanku untuk berjilbab sedari kecil. Dulu berjilbab merupakan hal yang tabu di lingkungan sekitarku. Keinginan untuk berjilbab baru tumbuh saat aku SMA, dan aku mulai berjilbab pada saat SMA kelas satu semester dua. Pertama kali datang ke sekolah dengan berjilbab, ada yang heboh ada yang biasa aja. Tetapi, pertama kali berangkat kesekolah dengan berjilbab, orang tua yang kaget. Maklumlah nggak ada anak sekolah yang memaki jilbab di desaku saat itu. Apalagi kalau keluar rumah memakai jilbab, lebih aneh lagi dilihatnya. Dikira ikut aliran inilah itulah, hmm… Bisa di bilang saat itu adalah saat-saat paling sulit apalagi sempat ditentang orang tua dengan memakai jilbab saat di rumah. Tidak hanya aku yang mengalaminya ternyata beberapa yang sudah memakai jilbab lebih dulu dari aku juga mengalami hal yang sama, itulah yang menguatkanku, taat itu butuh tekad! Meskipun terlambat, Alhamdulillah masih konsisten sampai sekarang dan buah dari ...

Wisata Syariah atau Wisata Islami?

Tidak hanya Bank yang mempunyai label syariah kini, Isu wisata syariah membanjiri juga Indonesia. Konon, mulai tahun 2013 pemerintah akan mencanangkan konsep wisata syariah di Indonesia. Menurut  Sapta Nirwandar, wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif potensi wisata syariah sangat besar apalagi populasi muslim dunia mencapai 1,8 miliar jiwa. Bahkan di tahun 2011 wisatawan muslim mencapai 126 miliar dollar Amerika serikat (AS).  Beliau juga mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata syariah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang menyebutkan mengenai pembangunan pariwisata berkelanjutan. Pariwisata syariah dapat didifinisikan sebagai berbagai kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas dan layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah yang memenuhi ketentuan syariah. Bukan hanya wisata ziarah ke tempat-tempat yang dianggap suci dan bersejarah bagi umat muslim. Pariwisata syariah lebih menekankan pada aspek p...